Senin, Juli 28, 2008

Fenomena Empat Mata di ISL Indonesia Super Leage

Dua tahun sudah acara Empat Mata menemani pemirsanya. Banyak segala yang khas dari acara itu menjadi ikon atau bahan lawakan. Entah itu dari gaya tepuk tangannya Tukul, Wong Ndeso, Katro, dan Kutukupret.

Sungguh fenomena itu begitu akrab diseluruh seantero Nusantara. Tak terkecuali para insan sepakbola. Dimulainya kompetisi ISL saya mendapatkan sebuah pemandangan menarik dari suporter yang diilhami dari acara Empat Mata. Ketika sang pemain cadangan melakukan gerakan pemanasan, gestur yang dilakukannya diiringi dengan teriakan "heyaa...heyaa...heyaa..heyaaa...". Setidaknya pemandangan ini menjadi hiburan tersendiri, ditengah sorotan kritik negatif kepada suporter kita, yang acapkali membuat rusuh ketika timnya kalah. Ironisnya, keputusan wasit kerapkali dijadikan alibi untuk membenarkan tindakan tersebut.

Well, seandainya semua suporter kita mengikuti khas acara Empat Mata, tentu citra-citra negatif mungkin bisa berkurang......

Adios Empat Mata....

Tidak ada komentar: